ads
The Most Popular Traffic Exchange

Pasang Iklan Premium

Tampilkan postingan dengan label Software. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Software. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Maret 2014

Microsoft Tawarkan Rp 1 Juta untuk Pengguna Windows XP

 

KOMPAS.com — "Masa hidup" Windows XP tinggal beberapa hari lagi, sementara penggunanya di seluruh dunia masih terbilang banyak.

Microsoft pun berupaya melakukan berbagai cara untuk mendorong para pengguna OS lawas tersebut agar melakukan upgrade ke Windows versi yang lebih baru.

Salah satunya yang terbaru, perusahaan software tersebut mengiming-imingi potongan harga 100 dollar AS atau sekitar Rp 1,1 juta untuk pembelian perangkat Windows 8.1 bagi pengguna Windows XP.

Bukan cuma itu, Microsoft juga menyediakan dukungan gratis selama 90 hari dan layanan "transfer data cuma-cuma". Potongan harga berlaku untuk beberapa jenis perangkat Windows 8.1, termasuk tablet Surface dan laptop.

Cara mendapatkannya, sebagaimana dikutip dari Cnet, pengguna Windows XP bisa melakukan pembelian online langsung dari toko Microsoft dengan memakai PC yang menjalankan Windows XP.

Bisa pula datang langsung ke salah satu toko ritel Microsoft Store sambil membawa PC Windows XP yang bersangkutan.

Sayang, tawaran ini hanya berlaku di beberapa wilayah saja, yaitu Amerika Serikat dan Kanada.

Microsoft akan menghentikan masa dukungan terhadap Windows XP pada 8 April mendatang.

Setelah tanggal tersebut, sistem operasi ini tak akan lagi menerima update keamanan sehingga berpotensi menimbulkan celah keamanan yang bisa dieksploitasi oleh peretas.
Sumber: CNET
Editor: Reza Wahyudi

Senin, 01 Juli 2013

Apa yang Baru di Windows 8.1?

 
 
Microsoft melakukan begitu banyak perubahan di sistem operasi (OS) terbarunya, Windows 8.1. Hal tersebut dilakukan sebagai jawaban atas berbagai keluhan terkait OS generasi pendahulunya.

Perubahan yang terjadi sebenarnya hanyalah minor. Microsoft tampak memperbaiki gangguan-gangguan kecil yang dianggap dapat menghilangkan rasa nyaman pengguna OS tersebut.

Dari segi tampilan pun, Microsoft tidak melakukan perubahan secara signifikan. Pengguna tetap dapat menemukan tampilan Metro di OS yang memiliki nama kode "Blue" tersebut.

Berikut ini, beberapa perubahan dan penambahan fitur yang ada di Windows 8.1

Kembalinya tombol Start

Sebelum Windows 8 diluncurkan, para pengguna dapat dengan mudah membuka aplikasi, mencari fitur Control Panel, hingga mematikan PC. Hal tersebut disebabkan semua fitur dijejali oleh Microsoft ke dalam sebuah tombol, yaitu Start.

Maka, tidak heran apabila pengguna lama Windows kesulitan setelah menyadari bahwa Windows 8 sudah tidak lagi hadir dengan tombol Start. Untuk melihat aplikasi yang ada, pengguna harus masuk ke tampilan Metro, sedangkan tombol menu Control Panel dan tombol Shutdown disatukan ke sebuah tempat yang dinamakan Charm Bar.

Setelah banyak menerima keluhan terkait tombol ini, Microsoft akhirnya mengembalikan tombol "Start" tersebut ke Windows 8.1. Namun, fungsinya sedikit berbeda dibandingkan dengan OS generasi sebelumnya. Tombol "baru" ini sebenarnya hanya menampilkan Start Screen ala Metro ketika diklik.

Tidak ingin menampilkan tampilan Metro ketika tombol ini diklik? Dengan sebuah pengaturan, pengguna dapat mengubah tampilan menjadi "All Apps" untuk mengembalikan cara kerja tombol Start tradisional.

Pengguna pun bisa mengakses beberapa menu lain, seperti Task Manager, Control Panel, Search, dan Run. Caranya adalah dengan mengklik kanan tombol Start, secara otomatis menu-menu tersebut akan ditampilkan.

Lock Screen yang lebih keren

Layar Lock di Windows 8.1 tidak tampil monoton. Layar ini tampil lebih interaktif dari Windows 8. Pengguna bisa memasang slideshow foto, menerima panggilan Skype, dan mengakses kamera langsung dari layar tersebut.

Kustomisasi secara bebas

Microsoft mengizinkan kustomisasi yang lebih banyak ke para pengguna. Salah satu contoh kustomisasi tersebut adalah pengguna kini dapat menyamakan wallpaper tampilan desktop dan tampilan Metro. Fitur ini membuat pengguna tidak akan terlalu kebingungan apabila ingin berpindah dari desktop ke Start Screen.

Pengguna tetap dapat mengubah ukuran kotak yang ada di tampilan Metro. Namun, caranya sedikit berbeda. Untuk mengubah dan memindahkan kotak-kotak aplikasi, pengguna harus menahannya terlebih dahulu. Hal tersebut terlihat kurang intuitif, tetapi ini dapat mencegah pergerakan atau perubahan ukuran kotak secara tidak sengaja.

Perubahan fitur Search

Fitur Search di Windows 8.1 hadir lebih menarik. Sistem akan mencari semua hal yang berkaitan dengan kata-kata yang ingin dicari oleh pengguna. Sistem melakukan pencarian dari hard drive yang ada di PC dan situs. Contohnya, apabila pengguna mengetik kata "Kompas", maka sistem akan mencari file yang berkaitan dengan kata tersebut di PC dan juga internet.

Melalui fitur ini, pengguna juga bisa langsung menjalankan aplikasi. Caranya, ketikkan beberapa huruf nama software, maka akan muncul daftar hasil pencarian. Klik saja nama aplikasi yang diinginkan, maka sistem secara otomatis akan menjalankan software ini.

Windows 8.1 bisa jalankan empat aplikasi bersamaan

Multitasking merupakan fitur yang sudah ada di Windows sejak dulu. Microsoft meningkatkan kemampuan tersebut di Windows 8.1. Pengguna dapat menjalankan empat aplikasi sekaligus dalam sebuah layar terpisah.

Namun, fitur ini sangat bergantung pada ukuran layar. Contohnya, apabila pengguna menggunakan layar monitor 27 inci, sistem bisa menampilkan empat aplikasi tersebut dengan sangat baik. Apabila menggunakan tablet 8 inci, sistem hanya mampu menampilkan 2 window aplikasi saja.

Aplikasi di-"update" secara otomatis

Aplikasi yang diunduh dari toko aplikasi Microsoft akan langsung diperbarui apabila pihak pengembang merilis versi barunya.

"Boot" langsung ke tampilan "desktop" klasik

Di Windows 8, saat PC boot-up, pengguna akan langsung dibawa ke tampilan Metro. Nah, di OS baru ini, pengguna bisa mengatur, pada saat boot-up, sistem membawa mereka ke tampilan desktop.

Caranya pun cukup mudah. Di tampilan desktop, klik kanan di task bar, kemudian pilih "Go to the desktop instead of Start when I sign in".
 
Sumber :

Aplikasi Android Juara Djarum Black Apps Competition 2013

 
Djarum Black Apps Competition 2013 telah mengumumkan 4 ide aplikasi pemenang pilihan dewan juri dan 1 pemenang favorit berdasarkan voting di situs web www.blackxperience.com. Pengumuman pemenang dilakukan pada acara Awarding Night di Cilandak Town Square, Jakarta, Sabtu (29/6/2013).

Empat pemenang utama kompetisi ini adalah Sandy Colondam dengan aplikasi Bloodmob, Yonas Rahendanu dengan aplikasi EMBA, Apris Sugianto Sudrajat dengan aplikasi Kuda Lumping, dan Maximillian Audrey dengan aplikasi Tutwuri.

Adapun pemenang favorit tahun ini adalah Ias Ari Mahaputra Naibaho dengan aplikasi Silat Academy.

Sandy Marly Colondam merupakan lulusan dari Bina Nusantara University. Ia menang berkat ide aplikasi Bloodmob, sebuah jejaring sosial berbasis golongan darah. Aplikasi tersebut akan membantu dan mempermudah pengguna yang sedang mencari donor darah dan orang-orang yang membutuhkan darah.

Salah satu kelebihan dari aplikasi ini adalah kemampuan Location Based Service. Pengguna dimudahkan dalam melakukan pencarian golongan darah sesuai dengan lokasi pengguna.

"Hadirnya Bloodmob dapat membantu pasien kekurangan darah untuk lebih mudah mencari potensial donor dalam waktu singkat," ujar Sandy, yang kini berumur 27 tahun.

Ide aplikasi EMBA dikembangkan oleh Yonas Rahendanu, seorang lulusan Akademi Teknik Mesin Industri Surakarta. Ini aplikasi sederhana yang memberi kesempatan kepada pengguna untuk mempersiapkan diri ketika berada dalam keadaan darurat. Pengguna dapat mengirim pesan darurat otomatis dan lokasi terakhir melalui SMS, e-mail, Facebook, dan Twitter kepada orang yang sudah diatur sebelumnya.

Pemenang lainnya, Apris Sugianto Sudrajat, memberikan ide aplikasi yang dinamakan Kuda Lumping. Ini merupakan game yang mengharuskan pemain menangkap hantu-hantu dan menggaetnya masuk ke dalam kuda lumping. Game ini diharapkan bisa menjadi sosialisasi budaya Indonesia di dunia internasional.

Pemenang berikutnya adalah Audrey Maximillian Herli dengan ide aplikasi Tutwuri. Melalui aplikasi ini, Herli ingin membantu penggunanya mencari beasiswa pendidikan. Aplikasi ini dibekali database tentang beasiswa, profil pengguna, fitur sosial, dan logika untuk menyamakan profil dengan info beasiswa yang tersedia.

Empat pemenang utama pada kompetisi ini masing-masing mendapatkan hadiah uang tunai Rp 25 juta. Ide dari 4 pemenang utama telah direalisasikan menjadi aplikasi Android dan bisa diunduh melalui Google Play Store.

Pemenang favorit di ajang Djarum Black Apps Competition 2013 adalah Silat Academy. Aplikasi yang mendapatkan sekitar 2.300 suara ini, berhak atas hadiah uang tunai Rp 10 juta.

Silat Academy adalah game kasual sederhana yang mengharuskan pemain untuk berhitung dengan cara mengumpulkan angka-angka yang jatuh dari langit guna mencapai angka yang diminta oleh sang guru.
 
Sumber : 

Selasa, 16 April 2013

Antivirus Eset Bisa Lacak Android Hilang

Terus meningkatnya ancaman malware di perangkat Android telah membuat perusahaan keamanan jaringan komputer dunia berlomba-lomba menghadirkan produk khusus untuk melindungi sistem operasi buatan Google ini.



Salah satu perusahaan keamanan yang telah bergabung ke persaingan produk dengan jenis tersebut adalah Eset. Beberapa waktu lalu, perusahaan asal Slowakia ini meluncurkan sebuah produk baru yang dinamakan Eset Mobile Security di Indonesia.

Eset Mobile Security secara khusus menargetkan untuk pasar Android, walau sebenarnya bersifat Uni-license atau bisa lintas sistem operasi, seperti untuk Windows Mobile maupun Symbian.

Salah satu fungsi utama dari produk ini adalah untuk menghalau dan juga menghapus malware yang masuk ke sistem Android.

Dengan memanfaatkan engine milik antivirus Eset Nod32, perlindungan dari aplikasi ini akan melakukan pemindaian pada semua aplikasi, file, folder, dan data pada kartu memori dalam perangkat smartphone untuk mendeteksi ancaman secara real time.

Produk itu juga bisa digunakan untuk melindungi data yang ada di ponsel dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Eset Mobile Security memiliki sebuah fitur yang dinamakan anti-theft yang terdiri dari beberapa aplikasi yang mampu melakukan langkah penyelamatan apabila ponsel hilang.

Salah satu fiturnya disebut sebagai SIM Matching. Apabila si pengambil ponsel mengganti kartu SIM dari ponsel, maka secara otomatis ponsel akan mengirimkan SMS ke sebuah nomor yang sudah ditentukan, informasi mengenai SIM baru tersebut. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui nomor baru yang digunakan di perangkat yang hilang.

Pengguna juga dapat melacak ponsel yang hilang dengan menggunakan fitur GPS Localization. Pengguna pun diizinkan untuk melakukan penguncian pada perangkat smartphone, hingga Remote Wipe yang mampu menghapus semua data yang tersimpan di dalam smartphone yang hilang.

Sumber :

Kamis, 11 April 2013

Bahayanya Main Game Tanpa Antivirus

 
Para pemain game online ternyata berpotensi tinggi terpapar ancaman cyber. Hal itu bisa terjadi karena seringkali para gamer online menonaktifkan aplikasi keamanan pada komputernya, membuat sistem komputernya tidak terlindungi sama sekali.



Mengapa pemain game online memutuskan untuk mematikan aplikasi keamanan? Jawabannya cukup sederhana. Mereka tidak ingin game yang dimainkan menjadi "berat" atau menyebabkan lagi.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh lembaga keamanan Eset terhadap 1.000 pemain game asal Inggris, sekitar 30 persen diantaranya mengakui telah menutup aplikasi keamanan komputernya sebelum mulai bermain.

Akhirnya, karena sudah tidak ada lagi pengamanan, separuh dari mereka yang menonaktifkan fitur keamanan terkena infeksi malware dan butuh lebih dari dua hari untuk melakukan perbaikan komputer agar kembali normal.

Pertanyaannya, apa saja ancaman terbesar yang sebenarnya dihadapi oleh para gamer online? Menurut Eset dalam keterangan pers yang diterima KompasTekno, Selasa (9/4/2013), ada empat ancaman yang terus mengintai para pemain game online.

1. Phishing: Hati-hati dengan situs-situs game palsu yang menebar ancaman di dunia game online dan beberapa diantaranya menggunakan URL yang sepintas mirip dengan aslinya. Apabila terjebak, bisa saja komputer gamer terinfeksi malware dan kehilangan berbagai data pribadi.

2. Situs jejaring sosial: Banyak akun Facebook palsu yang dibuat untuk kebutuhan melakukan tindak kejahatan. Akun tersebut mengklaim bahwa mereka adalah pengembang game resmi. Sangat dihimbau untuk tidak memberi data pribadi apapun kepada situs seperti ini.

3. Game-game yang mengandung konten malware dan cheating software: Game komputer yang palsu, atau hasil crack potensial menjadi penyebar malware dan menyebar lewat internet. Para gamer dihimbau untuk ekstra hati-hati dengan email attachment dan USB flash drive.

4. Malware: Saat ini malware game online yang paling luas penyebarannya adalah Win32/PSW.OnLineGames sejenis Trojan yang digunakan untuk melakukan aksi serangan phishing, dan targetnya adalah gamer. Malware jenis ini umumnya muncul dengan keylogging dan rootkit yang beraksi mengumpulkan informasi yang terkait dengan online games dan data user.

Untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi, ESET memberikan beberapa tip sederhana.

1. Gunakan antivirus: Gunakan software antivirus yang memiliki fitur Antispyware dan Firewall, serta selalu update secara real time.

2. Password: Selalu gunakan password yang tidak mudah ditebak dan berbeda untuk masing-masing akun berbeda.

3. Ketik URL game yang ingin dimainkan. Dengan demikian Anda terhindar dari link-link berbahaya yang muncul di search engine karena salah klik.

4. Unduh game dari situs resmi atau beli CD asli agar terjamin kualitasnya. Jangan gunakan game hasil cracked, karena berpotensi mengandung malware.

5. Bermainlah dengan jujur, hindari patch untuk melakukan cheat pada game yang biasanya karena berpotensi mengandung malware.

Sumber :

Jumat, 22 Maret 2013

Google Keep, Aplikasi Penantang Evernote



Google resmi mengumumkan aplikasi catatan Google Keep, Rabu (20/3/2013). Aplikasi ini akan terintegrasi dengan layanan komputasi awan Google Drive sehingga data tersimpan aman dan tersinkronisasi ke semua perangkat.


Google Keep kini hanya tersedia untuk perangkat Android dan komputer pribadi yang mengakses melalui situs web ke https://drive.google.com/keep, tetapi belum tersedia untuk perangkat iOS dan Windows Phone.

Google Keep memosisikan diri sebagai penantang Evernote, yang memasang moto "aplikasi untuk mengingat segala hal". Keduanya berguna sebagai pengganti buku catatan fisik yang biasanya Anda bawa ke mana pun.

Anda bisa mengetik segala hal di Google Keep. Menggunakan warna berbeda sebagai penanda untuk setiap catatan, mengarsipkan, atau bahkan menghapus catatan yang tak diperlukan lagi. Google Keep juga menyediakan alat transkripsi, yang mengubah memo suara menjadi teks.

Di ponsel pintar atau tablet Android, Google Keep hanya mendukung perangkat yang memakai Android versi 4.0 (Ice Cream Sandwich) atau di atasnya. Anda bisa mengakses Google Keep dari layanan komputasi awan Google Drive melalui tautan berikut ini, http://drive.google.com/keep.

Sumber :


Kamis, 03 Januari 2013

Menjalankan Aplikasi Android di PC

 

Sebelumnya menjalankan aplikasi Android di perangkat PC berbasis Windows dan MacOS memang tidak dimungkinkan. Namun, berkat adanya sebuah software sederhana bernama BlueStack, konsumen sudah bisa menikmati aplikasi Android langsung dari kedua perangkat tersebut.


Aplikasi BlueStacks memang baru masuk ke masa beta alias percobaan. Namun, aplikasi ini sudah dapat menjalankan fungsinya dengan baik, yaitu mengizinkan penggunanya mengakses Google Play Store, mengunduh, dan menjalankan aplikasi Android di perangkat PC dan Mac.

Besarnya file installer BlueStacks untuk perangkat PC berbasis Windows tidaklah terlalu besar, yaitu hanya sekitar 8MB saja. Namun, pengguna Mac mungkin akan sedikit keberatan dengan besarnya file instalasi software ini. BlueStacks untuk Mac memiliki file instalasi sebesar 112MB.

Sudah ada lebih dari 700.000 aplikasi yang terdapat di Google Play Store saat ini. Dari sekian banyaknya aplikasi tersebut, sangat sulit bagi konsumen untuk menemukan aplikasi terbaik.

Nah, dengan adanya BlueStacks ini, para pengguna setidaknya bisa mencoba dulu aplikasi Android di PC atau Mac, sebelum mengunduhnya langsung ke ponsel atau perangkat tablet berbasis Android.

Anda dapat mengunduh BlueStacks melalui tautan berikut ini.

- BlueStacks untuk Windows
- BlueStacks untuk Mac

Kamis, 27 Desember 2012

Software Game 15 Game Mobile Terbaik di 2012




Game mobile mendominasi industri game di tahun 2012 ini. Hal tersebut terlihat dari begitu banyaknya judul game baru yang diluncurkan sepanjang tahun ini.

Dari semua judul game tersebut, tentunya ada berbagai judul game yang layak untuk dimainkan. Ada juga game-game yang tidak menarik untuk disentuh.

Nah, untuk menghemat waktu Anda dalam memilih judul game, situs teknologi VentureBeat telah merilis daftar 15 game mobile untuk iOS dan Android terbaik pada tahun 2012 ini.

Salah satu judul game yang mendapat perhatian adalah Angry Birds Star Wars.

Game mobile yang satu ini memang fenomenal. Mengandalkan karakter burung pemarah yang begitu digemari dan juga tokoh-tokoh film Star Wars, game ini telah mencetak rekor tersendiri bagi Rovio, pihak pengembang game. Aplikasi game ini telah mampu menjadi nomor satu di Apple App Store hanya dalam waktu 2 jam dalam perilisannya.

Aplikasi game mobile ini pun diyakini akan tetap dimainkan pada tahun 2013 mendatang, mengingat Rovio akan terus menghadirkan level-level baru tahun depan.

Berikut daftar 15 game mobile terbaik (disusun berdasarkan urutan alfabet): 

1. Angry Birds Star Wars Platform: iOS, Android
2. Baldur's Gate: Enhanced Edition Platform: iOS
3. Bastion Platform: iOS
4. Curiosity Platform: iOS
5. Draw Something Platform: iOS, Android
6. Fieldrunners 2 Platform: iOS
7. Horn Platform: iOS, Android
8. Infinity Blade 2 Platform: iOS
9. Letterpress Platform: iOS
10. Plague Inc. Platform: iOS, Android
11. Rayman Jungle Run Platform: iOS, Android
12. Super Hexagon Platform: iOS
13. Waking Mars Platform: iOS, Android
14. Walking Dead, The Platform: iOS
15. World Ends With You, The Platform: iOS

Sumber : 

"Gangnam Style" Pakai Ikon Game Buatan Indonesia?






Penyanyi rap asal Korea Selatan, Psy, memakai gambar dari logo permainan Icon Pop Quiz yang dikembangkan oleh developer asal Indonesia. Gambar dengan siluet hitam dan berlatar kuning itu digunakan Psy sebagai avatar akun Twitter-nya.

Icon Pop Quiz dikembangkan oleh perusahaan pembuat game Alegrium. Alegrium terkenal memiliki kualitas tampilan gambar yang keren pada game buatan mereka.

Seperti dilansir blog teknologi Trenologi, belum ada penjelasan resmi dari pihak Psy soal penggunaan properti milik pengembang game Indonesia ini.

Logo dari Icon Pop Quiz sendiri sangat mirip dengan ikon yang "dipakai" oleh Psy, lengkap dengan rambut bergaya jambul, kacamata bulat, dan dasi kupu-kupu.
Logo Icon Pop Quiz


Icon Pop Quiz
menawarkan metode bermain yang sederhana, tapi menyenangkan. Anda diharuskan menebak ikon-ikon yang disesuaikan dengan kategori. Ada ikon yang berhubungan dengan selebriti atau tokoh dunia, serial televisi atau film, dan sebagainya. Pengguna tinggal mengetik jawaban atas ikon tersebut.

Semakin banyak ikon yang ditebak, maka nilai yang Anda kumpulkan semakin banyak dan dapat membuka level berikutnya. Icon Pop Quiz bisa diunduh gratis dari perangkat Android dan iOS.


Sumber :



Selasa, 25 Desember 2012

KakaoTalk Juga Bisa Potong Pulsa




KakaoTalj mendukung pembayaran melalui metode potong pulsa bagi pengguna Telkomsel.

Hal itu bisa terjadi melalui kerjasama penyedia layanan pesan lintas platform asal Korea itu dengan Telkomsel.

"Bukan hanya untuk kenyamanan pengguna, saya percaya ini akan membantu membangun ekonomi digital melalui platform kami," kata Yojin Sohn, VP Global Business Development KakaoTalk.

Nah, untuk mendukung ekonomi digital itu, KakaoTalk akan menggelar kerjasama dengan artis Indonesia guna menghadirkan konten digital dengan rasa lokal.

Lewat platform KakaoTalk memang tersedia berbagai pernak-pernik virtual yang bisa digunakan saat saling berkirim pesan. Ini termasuk sticker, emoticon dan theme.

Misalnya, saat menyambut Natal dan Tahun Baru, KakaoTalk memperkenalkan berbagai pernak-pernik dengan tema Natal.

Nah, beberapa benda-benda digital itu lah yang kemudian bisa dibeli oleh pengguna KakaoTalk. Termasuk lewat metode potong pulsa dengan Telkomsel.

Senin, 24 Desember 2012

10 Aplikasi Terpopuler Android dan iPhone 2012



Lembaga survei Nielsen baru saja melansir data aplikasi iPhone dan Android paling populer di tahun 2012 ini.

Dari data tersebut, diketahui aplikasi yang paling digemari di iPhone adalah Maps, sedangkan untuk Android, aplikasi yang paling sering digunakan ialah Google Search.

Aplikasi peta digital Apple Maps banyak dikritik karena tidak mampu menghadirkan peta dengan tingkat keakuratan yang bisa percaya. Lantas, mengapa aplikasi tersebut masih banyak digunakan?

Ternyata, daftar yang dilansir oleh Nielsen ini merupakan hasil survei dari bulan Januari hingga Oktober. Apple Maps sendiri baru hadir dua bulan, bersamaan dengan diluncurkannya iOS 6 pada bulan September lalu. Sebelumnya, aplikasi peta digital bawaan yang ada di iOS 5 adalah Google Maps.

Aplikasi peta yang ada di iPhone rata-rata digunakan oleh lebih dari 32,4 juta pengguna iPhone setiap bulannya. Aplikasi ini mengalahkan Facebook yang berada di tempat kedua dengan jumlah pengguna sebanyak 28,6 juta orang.

Dari sisi Android, pengguna paling banyak mengakses aplikasi Google Search pada tahun 2012 ini. Rata-rata terdapat 44,4 juta orang mengakses aplikasi tersebut setiap bulannya.

Uniknya, terdapat juga aplikasi "Advanced Task Killer" di daftar ini. Aplikasi ini digunakan untuk mematikan aplikasi yang berjalan di background sistem. Dengan menggunakan aplikasi ini, pengguna dapat menghemat daya baterai dengan lebih baik. Total rata-rata pengguna bulanan aplikasi ini adalah 9,5 juta orang.




Game Lawas "Pitfall" Didaur Ulang untuk Android





Game berusia 30 tahun besutan Activision, Pitfall! resmi diluncurkan untuk sistem operasi Android, Jumat (21/12/2012). Tentunya, tidak sekadar daur ulang dari grafis 8-bit, sang pengembang telah merombaknya untuk sesuai cita rasa game mobile zaman saat ini.

Pitfall! bisa didapatkan di Google Play Store dengan gratis berukuran 38 megabyte. Meskipun gratis, terdapat in-app purchase untuk tujuan aksesori maupun pelengkap dalam keasyikan bermain.

Game ini kembali mempertemukan kita dengan tokoh protagonis utama, Pitfall Harry yang melarikan diri dari amukan gunung berapi yang hendak meletus. Kisah tersebut diwujudkan dalam permainan ala Temple Run di mana tokoh utama terus berlari sementara kita harus membimbingnya untuk menghindari halangan sepanjang jalan.

Genre ini sebetulnya sudah banyak ditemui, mulai Temple Run, Temple Run:Brave, The End, atau Subway Surfers. Namun, Activision berhasil meramu bumbu sukses dari masing-masing judul untuk menghasilkan karya ini. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi accelerometer untuk menggerakkan pemain, hingga fitur dari Temple Run: Brave untuk menggunakan cambuk yang dimiliki Harry agar menyingkirkan hewan buas di sepanjang jalan.

Salah satu fitur yang membuat permainan ini menonjol adalah sudut pandang kamera yang dinamis. Di awal permainan, kita akan menjumpai Harry yang berlari dari samping (kiri ke kanan), kemudian kamera bergeser dari punggungnya. Sudut pandang ini terus berubah sepanjang permainan sehingga tidak membuat bosan.

Selain itu, fitur Checkpoint juga dipakai agar pemain bisa melanjutkan perjalanan yang terhenti akibat karena menabrak halangan atau terjatuh dalam jurang. Tentu saja, pilihan tersebut bisa dilakukan dengan token khusus yang tidak didapatkan dengan gampang.
 

Ciri khas permainan ini tidak dihilangkan yakni jurang menganga dengan tali yang tergantung di atasnya untuk berayun. Hal inilah yang barangkali diingat oleh kita yang sempat memainkan Pitfall! di era Atari.

Sumber :

Poke, Aplikasi untuk Obrolan "Rahasia" dari Facebook





Ingin membicarakan sesuatu yang bersifat rahasia lewat aplikasi chatting tapi tak mau percakapan tersebut direkam atau dilhat oleh orang selain lawan bicara?

Inilah keperluan yang dibidik Facebook lewat aplikasi barunya, Poke yang diperkenalkan Jumat (21/12/2012). Aplikasi ini sudah bisa diunduh oleh pengguna iPhone.

"Dengan Poke, pengguna bisa mem-poke ('mencolek', seperti fitur serupa yang tersedia di situs Facebook), mengirim pesan, foto, atau video ke seorang atau beberapa teman Facebook, sekaligus," tulis situs jejaring sosial itu dalam sebuah pengumuman.

Facebook menyebut Poke sebagai aplikasi chat "ringan". Sejatinya, cara kerja software ini mirip dengan Snapchat di mana pengguna mengirim pesan yang akan segera terhapus sendiri dalam jangka waktu yang ditentukan,  yaitu 1, 3, 5, atau 10 detik.

Jadilah obrolan pengguna relatif aman karena kecil kemungkinannya hal-hal rahasia yang dibicarakan bisa terlihat oleh orang lain. Akan tetapi, yang perlu diingat adalah lawan bicara masih bisa melakukan screenshot sebelum pesan atau foto yang dikirm terhapus.

Untuk mencegah pengguna memanfaatkan Poke untuk hal-hal yang kurang pantas seperti pengiriman konten berbau porno yang melanggar ketentuan pemakaian Facebook, ada fitur pengaduan bentuk icon gear yang bisa diklik untuk memberi laporan ke Facebook.

Apakah pengguna Facebook akan banyak memakai Poke? Sebagai gambaran, aplikasi Snapchat yang menyediakan layanan serupa mengklaim bisa mengirim 20 juta kalimat obrolan tiap hari.

Sumber :

Minggu, 23 Desember 2012

Yuk, Unduh WhatsApp di iPhone Mumpung Gratis




 Aplikasi WhatsApp versi iPhone untuk sementara waktu ini tersedia secara gratis. Biasanya, pengguna 
iPhone harus membayar 0.99 dollar AS atau sekitar Rp 10.000 untuk mendapatkan aplikasi messaging antar platform tersebut.

Tidak disebutkan sampai kapan aplikasi ini tersedia secara gratis. Namun, hingga berita ini dinaikkan (22/12/2012), WhatsApp untuk iPhone ini masih bisa didapatkan secara cuma-cuma.

Menjelang liburan Natal nanti, diperkirakan akan ada banyak konsumen yang membeli perangkat iPhone baru. Nah, WhatsApp versi iPhone yang tersedia secara gratis ini dinilai dapat meningkatkan jumlah pengguna, sekaligus membuat WhatsApp tetap berada di jalur persaingan aplikasi messaging yang sudah semakin ketat.

Selain hadir di iPhone, aplikasi WhatsApp juga sudah hadir di platform Android dan Windows Phone 8.

Berbeda dari versi iPhone, WhatsApp versi Android dan Windows Phone 8 tersedia secara gratis. Namun, nantinya para pengguna harus membayar sebesar 0,99 dollar AS setelah menggunakan aplikasi ini selama satu tahun.

WhatsApp merupakan salah satu aplikasi messaging pertama yang hadir di pasaran aplikasi. Beberapa tahun sesudah diluncurkan, aplikasi WhatsApp terus meraih prestasi gemilang. Salah satunya, pada bulan Agustus yang lalu, aplikasi ini telah berhasil memecahkan rekor harian, dimana terdapat 10 miliar pesan yang dikirimkan pada hari itu.

Sumber :

Jumat, 21 Desember 2012

Mengapa Aplikasi iOS Lebih Laku daripada Android?




















Soal jumlah uang yang masuk, toko aplikasi App Store milik Apple memang bukan tandingan kompetitornya dari kubu Android, Google Play. November lalu, sebuah studi App Annie yang dikutip oleh Wired mengungkapkan bahwa App Store memiliki pendapatan bulanan 300 persen lebih besar dibandingkan dengan Google Play.

Padahal, jumlah pengguna Android sudah jauh melebihi angka pemakai iOS, dengan penguasaan pasar 75 persen menurut data kuartal ketiga dari IDC. Akan tetapi, kenapa kesenjangan jumlah pendapatan itu masih belum berubah?

Jawabannya, menurut para developer aplikasi, tak lain terletak pada kontrol kualitas super ketat yang diterapkan Apple terhadap aplikasi-aplikasi yang beredar di App Store. Berkat mekanisme pengawasan Apple, konsumen bisa mendapatkan aplikasi yang terjaga kualitasnya dan karena itu dengan senang hati membelanjakan uang.

"App Store memiliki proporsi jumlah aplikasi berkualitas yang lebih tinggi sebagai hasil dari proses approval yang ketat itu," ujar Zak Tanjeloff dari DLP Mobile. "Itu berarti developer bisa meminta bayaran lebih untuk aplikasi mereka."

Tanjeloff yang mengembangkan beberapa macam aplikasi—mulai dari penerjemah bahasa hingga transportasi publik—mengatakan bahwa aplikasi buatan dia biasanya lebih banyak terjual di iOS ketimbang Google Play.

"Saya percaya bahwa hal itu disebabkan oleh toko App Store yang aman dan dipercaya konsumen. Terlebih lagi para pengguna memang sudah familiar dengan metode pembayaran App Store dari memakai iTunes selama bertahun-tahun," ujarnya.

Standar kualitas Apple yang tinggi juga disebut Tanjeloff berhasil  meyakinkan konsumen bahwa aplikasi yang dijual di App Store memang aman dan tidak disusupi program mata-mata atau malware. "Sebaliknya, di toko aplikasi Android tak ada jaminan kualitas atau keamanan. Lalu ada banyak penipuan dan aplikasi-aplikasi yang memang kualitasnya tidak bagus."

Tak cocok untuk semua

Meskipun begitu, para developer berpendapat bahwa mekanisme yang diterapkan Apple di App Store kurang cocok untuk beberapa jenis aplikasi, salah satunya freemium yang bisa diperoleh gratis tetapi memiliki konten tambahan berbayar.

Joe Burger adalah pengembang aplikasi manajemen karyawan Labor Sync. Versi trial dari aplikasi freemium ini bisa dipakai secara gratis, tetapi pengguna harus membayar untuk bisa menggunakan fungsi penuhnya. Pada Android, hal tersebut sama sekali bukan masalah, tetapi Apple rupanya keberatan dengan model yang diterapkan Burger.

"Kami ditolak karena mencantumkan alamat situs web kami di dalam aplikasi, di mana kami menjalankan mode trial gratis aplikasi itu," ujarnya. "Kami juga ingin membuat mekanisme pembayaran kami sendiri dengan harga yang dinamis, tetapi Apple rupanya tidak setuju."

Agar aplikasinya bisa masuk App Store, Burger diharuskan menghapus hal-hal yang berkaitan dengan situs web-nya dari dalam aplikasi. Dia juga wajib menerapkan metode pembelian konten dalam Aplikasi dari Apple sehingga terpaksa menambahkan sejumlah kode programming lagi.

"Dengan Android, penjualan kami lebih komplit. Pengguna membeli aplikasi kami, mencoba versi trial, lalu sign-up dan membayar biaya langganan. Itu tak terjadi di App Strore," ujar Burger.

Hal lain yang menjadi momok developer yang menjual aplikasi di App Store adalah prosedur update yang memakan waktu lama. Monica Martino dan Greg Smith dari Privus Mobile mengatakan bahwa menerapkan update untuk aplikasi Android lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan update pada aplikasi iOS.

"Pada iOS, diperlukan waktu tiga bulan untuk mengerjakan update. Kemudian butuh waktu satu bulan lagi agar update tersebut bisa diperiksa oleh Apple, itu pun kalau tidak ditolak kemudian," keluh Martino. "Saat update tersebut akhirnya bisa keluar di App Store, jangka waktu yang sama bisa dipakai untuk meng-update sebuah aplikasi Android sebanyak tiga kali."

Ketatnya kontrol kualitas aplikasi yang diterapkan Apple bisa jadi mendorong pengembang aplikasi macam Martino dan Smith untuk berpindah ke Google Play. Bulan Oktober 2012, pendapatan toko aplikasi Android ini naik 17,9 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sementara pendapatan aplikasi iOS turun 0,7 persen dalam kurun waktu yang sama.

Google Play memang masih jauh di belakang App Store soal besarnya pendapatan yang dihasilkan aplikasi-aplikasi di dalamnya. Namun, apabila Apple tak melonggarkan kebijakan kontrol kualitas di App Store, bukan tak mungkin toko aplikasi Android saingannya itu bisa mengejar ketertinggalan.

Sumber :

Flipboard Kini Enak Dibaca di Tablet Android


 

 

Pengguna tablet Android selama ini terpaksa menggunakan aplikasi Flipboard yang dirancang untuk smartphone sehingga kurang cocok untuk perangkat berlayar lebar. Kini tidak lagi, karena aplikasi yang bersangkutan telah hadir dalam versi yang dioptimasi untuk tablet.

Update Flipboard ini mirip dengan versi yang dibuat untuk iPad dan diwujudkan melalui kerjasama dengan Samsung. Versi Android dari Flipboard memang pertama kali dirilis untuk Samsung Galaxy S III pada sat peluncuran smartphone tersebut bulan Mei lalu.




















Aplikasi Flipboard yang dioptimasi untuk tablet ini bisa dipakai dalam orientasi layar landscape (horizontal) maupun portrait (vertikal). Ia pun bisa diubah dari mode tablet menjadi mode smartphone, cocok untuk pengguna tablet berlayar sedang seperti Google Nexus 7.

Flipboard sendiri adalah aplikasi semacam RSS reader yang menyajikan konten dalam tampilan ala majalah sehingga mudah dibaca. Pengguna juga dapat berinteraksi dengan feed RSS jika dimungkinkan.  Aplikasi ini pertama kali diluncurkan untuk platform Android pada akhir Juni lalu dan sekarang bisa diperoleh gratis dari toko aplikasi Google Play.

Dalam keterangan persnya tentang update ini, para kreator Flipboard menyatakan bahwa versi tablet dari aplikasi tersebut dioptimalkan untuk tablet Samsung.

Sumber :

Software Bajakan di DVD Bawa Pasukan Virus

 
Kerap membeli DVD dengan software bajakan? Jika ya, berhati-hatilah karena menurut penelitian yang dilakukan oleh Microsoft, kebanyakan DVD tersebut sudah terinfeksi malware dan virus.

Penelitian tersebut dilakukan oleh tim Security Forensics Microsoft pada 118 sampel yang dibeli dari penjual di Indonesia Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Lebih rinci, sampel-sampel tersebut terdiri dari 66 DVD bajakan dan 52 laptop yang sudah ter-install software bajakan.

Software
bajakan yang termasuk di sini tidak hanya sistem operasi Windows saja, tetapi termasuk software dari pihak di luar Microsoft, seperti Adobe.

Hasil studi dari sampel tersebut menemukan bahwa 63 persen dari DVD perangkat lunak palsu dan laptop tersebut mengandung infeksi malware berisiko tinggi dan virus. Dari jumlah tersebut, 74 persennya berupa DVD bajakan, sedangkan hanya 48 persen laptop yang mengandung program jahat ini.

Lebih lanjut, diketahui ada sekitar 2.000 kasus infeksi malware yang terjadi dari sampel tersebut.

"Kebanyakan dari sampel tersebut ditemukan berbagai program berbahaya, seperti backdoors, hijackers, droppers, bots, cracker, pencurian password, dan trojan", kata Reza Topobroto, Director of Legal Affairs, Microsoft Indonesia, saat berbincang dengan KompasTekno di Jakarta, Kamis (20/12/2012).

Para kriminal tersebut menggunakan malware ini untuk berbagai kegiatan ilegal invasive yang menghasilkan keuntungan dari mencuri kegiatan perbankan konsumen dan informasi kartu kredit.

Untuk mencegah hal ini terus terjadi, Microsoft menyarankan para konsumen untuk selalu menggunakan software asli.

"Gunakan software asli dan belilah dari reseller terpercaya," tutup Reza.

Cara Cepat "Install Ulang" Windows 8

KOMPAS.com - Windows 8 hadir dengan tampilan yang benar-benar baru. Tampilan awalnya yang disebut Start Screen pun terlihat segar. Namun, banyak pengguna Windows versi sebelumnya yang belum familiar dengan tampilan baru ini.

Untuk pengguna yang baru pun diperlukan waktu beberapa lama untuk membiasakan diri dengan cara kerja sistem operasi teranyar Microsoft tersebut.

Berikut ini lima tips yang bisa membantu mengenali sistem operasi Microsoft ini.

1. Instalasi Ulang Windows

Inilah fitur yang akan terasa berguna apabila ada yang salah dengan sistem. Windows 8 memiliki dua rutin install ulang baru. Tools ini bisa diakses dari halaman "Change PC Settings", klik tombol " Windows + C" lalu klik "Settings").
techradar.com



















Dari halaman "PC settings", arahkan ke menu "General". Di sana terdapat pilihan "Remove everything and reinstall Windows".

Fitur ini berbeda dari sebelumnya, untuk melakukan instalasi ulang Windows 8, pengguna tak perlu repot-repot mencari disc driver atau serial code karena semua hal yang diperlukan sudah tersedia, tersembunyi dalam hard disk.

Mengembalikan komputer seperti keadaan awalnya pun dibuat sangat mudah dengan hanya beberapa kali klik.

Sebagai pilihan lain, pengguna bisa memilih opsi "Refresh your PC without affecting your files" yang akan mengembalikan konfigurasi sistem operasi ke setting awal dengan tetap mempertahankan dokumen, pengaturan, program pre-installed, serta aplikasi yang dipasang pengguna.
2. Shortcut Keyboard

Tampilan baru Windows 8 sangat sesuai untuk perangkat baru yang memiliki touchscreen, namun bagaimana dengan laptop atau desktop lawas yang tak dibekali kemampuan itu?
techradar.com



















Shortcut
keyboard bisa membantu meminimalisir jumlah klik dan dragging yang diperlukan dalam bernavigasi di Windows 8. Kombinasi tombol [Windows+C], misalnya, akan menampilkan Charms bar. Tombol Windows sendiri apabila ditekan akan menampilkan Start Screen.

Ingin mencari program? Kombinasi [Alt+Tab] akan menampilkan menu "All Apps".

3. Docking Aplikasi


Pada Windows 7, window aplikasi bisa diatur agar "menempel" (snap) di salah satu sisi layar dengan cara meng-klik dan menggeser title bar ke sisi layar yang bersangkutan.


techradar.com



















Windows 8 mengambil langkah lebih jauh dengan memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi Start page (misalnya Weather atau Bing) di salah satu sisi layar sementara desktop tetap bisa diakses.

Alhasil, pengguna bisa terus memantau feed Twitter sambil mengedit gambar di Photoshop, atau melihat keadaan cuaca sambil mengerjakan spreadsheet di Excel.

Untuk melakukan ini, klik dan geser sebuah aplikasi Start page dari sisi atas ke sisi samping layar. Lebih dari satu aplikasi bisa dijalankan dengan cara seperti ini.

4. File History


Fitur "mesin waktu" Windows 8 ini memantau dokumen-dokumen penting dan bisa mengembalikannya apabila terhapus secara  tidak sengaja atau menjadi corrupt.

techradar.com



















Fitur berguna ini tidak diaktifkan secara default, jadi pengguna harus menyalakannya terlebih dahulu adengan cara mengakses Control Panel dan membuka panel sekuriti.

Akan tetapi, untuk bisa bekerja, File History memerlukan hard disk kedua, baik internal, eksternal, ataupun berada di dalam jaringan.

5. Dukungan ISO


Windows 7 datang dengan ISO burner terintegrasi. Selain membakar file ISO ke CD atau DVD, Windows 8 bisa bertindak lebih jauh dengan dapat membuka file ISO (dan VHD) secara native.

techradar.com



















Untuk melihat apa yang ada di dalamnya, cukup klik dua kali sebuah file ISO. Untuk menjalankannya, klik kanan dan pilih "Mount".

Minggu, 16 Desember 2012

Microsoft Office Terbaru 2013 Diluncurkan

Kabar gembira bagi pengguna Microsoft Office, kedatangan office 2013 membuat kita jadi penasaran seperti apa fitur-fitur yang ada pada software versi terbaru dari Microsoft Office ini.  Ofiice 2013 diluncurkan dengan banyak perubahan dengan versi layar sentuh, versi terbaru dari software pemimpin pasar saat ini....bagaimana sobat keren kan? yang di pimpin Steve Ballmer di San Francisco. Software ini sangat terpopuler di dunia saat ini dengan miliaran pengguna dan akan beredar pada Oktober nanti.

Office 2013 mampu dipergunakan pada  perangkat mobile dan juga sosial media. Software ini merupakan aplikasi produktivitas terpopuler di dunia dengan miliaran pengguna. 

Perlu diketahui Office 2013 sepenuhnya dioperasikan dengan layar sentuh, sama halnya dengan OS Microsoft terakhir Windows 8 dan juga tablet terbaru, Surface. 

Berikut fitur terbaru  pada Office 2013  :


  • Skydrive secara otomatis menyimpan dan singkronisasi semua dokumen office di internet, penyimpanan berbasis awan. Hal ini membuat file dan konten yang diketik dapat dilakukan dimana saja.
  •  Skype, Yammer, dan sosial media untuk bisnis sudah tertanam dalam Office 2013.
  • Document, Slide, dan presentasi dapat ditampilkan di layar mobile, digambar, ditampilkan atau  disembunyikan dengan digital pen, stylus atau bahkan jari.
  • "People Cards" sebagai identitas pengguna aplikasi ini seperti foto, pilihan ke emai, instant message, telepon atau video chat, dan aktivitas update lainnya dari Facebook dan Linkedin.

Meskipun kelihatannya keren, tapi komputer yang kita gunakan masih ketinggalan bukan layar sentuh sobat....wkwkwkwkw sabar nanti tak ganti yang baru ......hehehe kalau punya duit beli yang baru.....

Boleh dicicipi softwarenya pada link dibawah :

Office Store versi Beta di http://officepreview.microsoft.com/en-us/store/

Atau juga

Langsung saja download Microsoft Office 2013 Customer Preview di situs resmi Microsoft DISINI

ScreenShoot office 2013 :

 

 

Selasa, 30 Oktober 2012

Selamat Datang Windows Phone 8




Microsoft telah mengumumkan keberadaan sistem operasi ponsel pintar Windows Phone 8 sejak Juni lalu. Namun baru pada hari Senin (29/10/2012), Microsoft resmi merilisnya dan mengucapkan "Selamat datang kepada Windows Phone 8."

Microsoft memiliki cara yang berbeda dalam memperkenalkan produk barunya. Ketika Windows Phone 8 masih dalam tahap pengembangan, sistem operasi ini telah diumumkan. Sehingga wajar saja, tanggal perilisan resmi ini tidak memberi kejutan berarti. Hal serupa juga terjadi pada Windows 8.

Ada banyak perubahan pada Windows Phone 8. Besar harapan Microsoft agar Windows Phone 8 bisa bersaing dengan Android dari Google, iOS dari Apple, dan BlackBerry dari Research In Motion.

Beberapa produsen ponsel pintar pun telah mengadopsi Windows Phone 8, di antaranya Samsung, HTC, dan Huawei. Dari semua produsen itu, yang paling setia dengan Windows Phone adalah Nokia. Perusahaan asal Finlandia inilah yang paling rajin merilis ponsel Lumia yang berjalan dengan Windows Phone 7. Nokia juga menaruh harapan besar pada Windows Phone 8 untuk membangkitkan bisnisnya di kancah ponsel.

Namun, produsen ponsel besar Sony, belum menyatakan niatnya untuk mengadopsi Windows Phone 8. Jajaran ponsel Xperia dari Sony masih fokus dengan Android.

Selain Windows Phone 8, Microsoft juga telah merilis sistem operasi Windows 8 pada 26 Oktober lalu. Windows 8 tak hanya diperuntukkan ke komputer pribadi saja, tapi ia juga akan berjalan di tablet dan perangkat komputer kategori baru bernama convertible.

Salam,